Keperawatan S-1

Kamis, 02 Agustus 2012

Cara Menangani Orang Pingsan


Ketika sedang santai, sibuk, di rumah atau di perjalanan kadang kala kita menemukan ada orang pingsan, entah itu teman, pacar, atau orang lain. Tindakan apa yang mesti kita lakukan untuk menolong orang tersebut agar ia bisa sadar kembali? Pingsan adalah keadaan hilangnya kesadaran seseorang selama waktu tertentu, dengan tanda-tanda vital (vital signs) normal atau abnormal. Sebelumnya kita perlu tahu terlebih dahulu, bahwa pingsan disebabkan oleh banyak faktor. Pingsan juga dapat berakibat fatal bagi diri orang tersebut.
Pingsan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: gangguan jantung, suhu yang ekstrim (terlalu panas, terlalu dingin), kelaparan, kelelahan, karena penyakit tertentu seperti: Diabetes Mellitus atau kencing manis (koma diabetikum), penyakit hati (koma hepatikum), kekurangan cairan (dehidrasi), kecelakaan, dll. Keadaan pingsan yang berat memerlukan pertolongan yang segera agar kelangsungan hidup dapat diselamatkan. Terutama pingsan pada keadaan sakit berat, atau kecelakaan yang fatal.
Untuk keadaan pingsan yang tidak terlalu berat, seperti karena takut, akibat menahan sakit, kelaparan, kelelahan. Mungkin keadaan ini dapat diatasi dengan segera, tanpa membutuhkan tindakan invasif. Penatalaksanan secara umum untuk penderita pingsan adalah dengan membaringkan penderita pada posisi telentang, baik dengan kepala lebih rendah atau pun kepala lebih tinggi dari badan sesuai dengan tanda (sign) yang terdapat pada penderita. Bila keadaan muka penderita merah, sebaiknya posisi kepala lebih tinggi, atau disandarkan. Namun bila keadaan muka penderita lebih pucat, sebaiknya kepala lebih rendah dari pada anggota badan, longgarkan pakaian penderita, bila akibat suhu yang terlalu dingin berikan penderita selimut. Selanjutnya, bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan segera (cito).
Beberapa tindakan yang mesti kita lakukan, bila kita menemukan seseorang yang mengalami pingsan, yang disebabkan oleh bukan penyakit atau kecelakaan yang fatal. Setelah penderita dibaringkan, maka tindakan kita adalah:
  • Berikan rangsangan pada penderita dengan memberikan aroma yang menyengat pada daerah sekitar lubang hidung, tujuannya adalah untuk memberikan rangsangan pada syaraf otak agar kesadaran dapat pulih kembali. Rangsangan bau ini dapat menggunakan kapas alkohol (kapas yang dicampur atau ditetesi dengan alkohol, misalnya: Alkohol 70%). Jika alkohol tidak tersedia, dapat menggunakan bawang putih. Namun, bila semua itu tidak ada, kaos kaki yang kotor dan bau pun dapat digunakan (Tips ini memang aneh, tapi mungkin dapat memulihkan kesadaran penderita yang pingsan) apa lagi jika diberikan pada orang yang pingsan karena histeris dan pura-pura pingsan.
  • Jika penderita mulai sadar, sebaiknya diberikan minum air teh hangat dicampur gula atau cukup air gula. Tujuannya adalah, jika penderita pingsan akibat kelelahan, atau kelaparan, pemberian air gula akan meningkatkan glukosa penderita yang sangat dibutuhkan oleh otak untuk memproduksi energi. Pingsan akibat kelaparan biasanya ditandai dengan berkeringat, wajah nampak pucat, dan anggota badan terasa dingin.
  • Namun, bila keadaan pingsan disebakan oleh keadaan emosional yang berlebihan seperti takut. Setelah kesadaran pulih, biasanya kondisi badan dapat kembali normal.

Selasa, 31 Juli 2012

Cara Menangani Orang Sakit yang Mengalami Overdosis Obat


by KORAN FESBUK on Wednesday, April 20, 2011 at 8:18am ·
Karena ingin cepat sembuh kadang kala orang yang sakit mengonsumsi obat berlebih.Tentu saja ini berbahaya.Penggunaan obat secara berlebihan atau melebihi dosis yang ditentukan tidak akan memberikan manfaat bagi kesehatan, tapi justru memicu munculnya gangguan kesehatan yang lain.Hal ini karena obat bisa menjadi racun jika digunakan secara tidak tepat.

Jika obat yang dikonsumsi tidak membuat penyakitnya sembuh atau membaik setelah dikonsumsi beberapa kali, sebaiknya hentikan penggunaannya. Dan sebaiknya tidak mencoba untuk menambahkan dosis sendiri tanpa adanya nasihat dari dokter karena memicu terjadinya overdosis. 

Penggunaan obat secara overdosis umumnya ditemukan pada obat sakit kepala. Gejala yang muncul termasuk mengantuk, detak jantung yang melambat, kelemahan ekstrem, kulit menjadi dingin dan kadang keluar keringat, pusing, pingsan bahkan hingga koma. Sedangkan jika overdosis yang terjadi pada obat antibiotik maka bisa menyebabkan kuman menjadi kebal atau resisten sehingga dibutuhkan obat antibiotik lainnya dengan dosis yang lebih tinggi. Tapi kasus overdosis bisa terjadi pada obat apapun. 

Meski begitu ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika mengalami overdosis obat, yaitu :
1. Membersihkan perut dengan cara mencuci lambung (memompa perut) untuk mengeluarkan obat yang secara mekanis tidak diserap di lambung, biasanya dengan cara mendorong tubuh untuk muntah. 
2. Mengonsumsi arang aktif yang bisa mudah dibeli di toko. Arang aktif ini nantinya bisa membantu mengikat dan menjaga obat di dalam lambung serta usus sehingga mengurangi jumlah obat yang diserap ke dalam darah. Prinsipnya adalah obat akan terikat oleh arang kemudian dikeluarkan melalui tinja. 
3. Jika kondisi semakin memburuk atau timbulnya gejala lain segera hentikan konsumsi obat dan mintalah bantuan tenaga medis untuk mengatasinya. 
4. Untuk overdosis obat tertentu kadang diperlukan obat-obatan lainnya sebagai penangkal untuk membalikkan efek yang timbul dan mencegah kerugian lebih lanjut dari obat yang sebelumnya dikonsumsi. Tapi kondisi ini tidak bisa dilakukan sendiri dan memerlukan bantuan tenaga medis.

Untuk mencegah overdosis sebaiknya seseorang mengonsumsi obat secara tepat dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan, bahkan pada obat yang dijual bebas sekalipun. Serta konsultasikan dengan dokter jika tidak ada peningkatan atau kesembuhan.

KF-Koran Warga/v/seperti dikutip dariWebMD, Rabu (20/4/2011)